(Ngabang ), KalbarPos.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta para kepala sekolah yang baru dilantik untuk fokus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Landak, khususnya pada aspek literasi dan numerasi yang masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Pesan tersebut disampaikan Karolin saat melantik sejumlah Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, Rabu (10/6/2026).
Dalam arahannya, Karolin menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing. Menurutnya, tugas kepala sekolah saat ini tidak lagi sebatas menjalankan administrasi sekolah, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran terus meningkat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, kata Karolin, adalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di Kabupaten Landak.
Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian literasi pada jenjang SD baru mencapai 48,76 persen, sedangkan numerasi berada di angka 35,79 persen. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan rata-rata tingkat provinsi maupun nasional.
Karena itu, Karolin meminta para kepala sekolah yang baru dilantik segera menyusun program dan strategi untuk meningkatkan kemampuan dasar siswa.
“Bagaimana caranya meningkatkan numerasi dan literasi. Walaupun secara nasional memang kita masih belum terlalu baik, tapi paling tidak di Kabupaten Landak harus sama dengan tingkat nasional atau paling tidak dengan tingkat provinsi,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas pembelajaran, Karolin juga menyoroti masih adanya kasus putus sekolah di Kabupaten Landak. Data menunjukkan angka putus sekolah pada jenjang SD mencapai 0,39 persen, sementara pada tingkat SMP sebesar 0,26 persen.
Ia meminta setiap kepala sekolah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap siswa yang tidak lagi bersekolah dan melaporkan penyebabnya secara tertulis kepada pemerintah daerah.
Menurut Karolin, upaya menekan angka putus sekolah memerlukan keterlibatan aktif pihak sekolah, pemerintah desa, kecamatan, hingga orang tua siswa.
Karena itu, ia mengingatkan para kepala sekolah untuk membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar sekolah.
“Jangan ada kepala sekolah yang tidak pernah bertegur sapa dengan kepala desa, tidak pernah kenal dengan camatnya, dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga mengingatkan sekolah agar mengoptimalkan tenaga honorer yang telah ada dan tidak melakukan penambahan tenaga honorer baru. Langkah itu dinilai penting untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait penataan tenaga non-ASN.
Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak berharap para kepala sekolah dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerah.
Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).
