Taiwan Angkat Isu Kesetaraan Gender dalam Cultural Night di New York

Sebarkan:

Foto, Para pejabat dan tamu undangan berfoto bersama dalam acara “Taiwan Women's Power Night” di New York AS pada 13 Maret 2026 (Foto: Dok. TETO).

(New York), KalbarPos.com— Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menggelar acara “Taiwan Women’s Power Cultural Night” di Kantor Perwakilan Taiwan di New York pada 13 Maret 2026 sebagai bagian dari Taiwan Gender Equality Week.

Acara ini dihadiri lebih dari 100 tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat negara sahabat, komunitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta organisasi non-pemerintah (NGO).

Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim dalam pidato yang disampaikan melalui video menegaskan komitmen Taiwan dalam memperkuat kesetaraan gender. Ia menyampaikan bahwa sejak pengadopsian Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) sebagai hukum domestik pada 2012, Taiwan terus mendorong reformasi kebijakan dan hukum.

Selain itu, pemerintah Taiwan juga telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender pada 2025 sebagai upaya konkret dalam melindungi perempuan.

Direktur Kantor Perwakilan Taiwan di New York, Lee Chih-chiang, mengatakan bahwa Taiwan telah mencapai kemajuan signifikan dalam mempromosikan kesetaraan gender dan akan terus memperkuat kolaborasi internasional.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyoroti masih adanya kesenjangan perlindungan hukum terhadap perempuan secara global, yang saat ini baru mencapai sekitar 64 persen dibandingkan laki-laki.

Berdasarkan Indeks Norma Sosial Gender (SIGI) OECD 2025, Taiwan menempati peringkat keenam dunia dan menjadi yang teratas di Asia dalam hal kesetaraan gender.

Selain pidato dan diskusi, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik jazz serta pameran “Taiwan Women’s Power Exhibition” yang menampilkan anggrek sebagai simbol kekuatan dan keberagaman perempuan Taiwan.

Rangkaian Taiwan Gender Equality Week berlangsung beriringan dengan sidang tahunan Komisi Status Perempuan PBB (CSW) di New York, yang turut diisi lebih dari 30 forum paralel oleh organisasi masyarakat sipil Taiwan dan pemerintah daerah. (Rilis).

Diterbitkan oleh KalbarPos com (byline Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini