Terbatas Anggaran Daerah, Karolin Perjuangkan Pasar dan RSUD Landak Lewat Dukungan Pusat

Sebarkan:


Foto, Bupati Karolin Margret Natasa usulkan pembangunan Pasar Rakyat serta revitalisasi RSUD Landak ke pemerintah pusat (dok istimewa ).

(Pontianak), KalbarPos.com– Pemerintah Kabupaten Landak mengusulkan pembangunan Pasar Rakyat serta revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat melakukan audiensi dengan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (13/7/2026).

Karolin mengatakan, keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setelah adanya penyesuaian dana transfer membuat sejumlah proyek strategis daerah sulit direalisasikan tanpa dukungan pemerintah pusat.

Salah satu prioritas yang diajukan adalah pembangunan Pasar Rakyat Landak. Menurutnya, kondisi pasar saat ini sudah tidak lagi memadai sehingga perlu dibangun fasilitas baru yang lebih representatif.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah. Namun, plafon pinjaman yang tersedia belum mampu menutupi kebutuhan anggaran pembangunan.

"Perhitungan kami membutuhkan sekitar Rp45 miliar, sementara pinjaman yang bisa diberikan hanya sekitar Rp30 miliar. Selisihnya masih cukup besar sehingga kami khawatir pembangunan tidak bisa diselesaikan," kata Karolin.

Karolin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyelesaikan pembebasan lahan sehingga proyek tersebut siap dilaksanakan apabila memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Selain pembangunan pasar, Karolin juga membawa usulan revitalisasi RSUD Landak yang mengacu pada masterplan pengembangan rumah sakit. Rencana tersebut sempat tertunda sejak pandemi Covid-19.

Menurutnya, kapasitas dan fasilitas rumah sakit saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan meningkatnya jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Tingkat keterisian tempat tidur sudah sangat tinggi. Banyak pasien yang kesulitan mendapatkan ruang perawatan karena rumah sakit hampir selalu penuh," ujarnya.

Masterplan yang diajukan mencakup pembangunan secara bertahap dengan memprioritaskan gedung rawat inap pada tahap pertama. Konsep tersebut disusun agar proses pembangunan tidak mengganggu pelayanan rumah sakit yang tetap berjalan.

Karolin memastikan seluruh persiapan lahan telah selesai sehingga pembangunan dapat segera dimulai apabila pemerintah pusat mengalokasikan anggaran.

"Lahannya sudah siap dan operasional rumah sakit tetap bisa berjalan. Kalau anggarannya tersedia, pembangunan bisa langsung dilaksanakan," pungkasnya.(*).

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini