Danantara Integrasikan Tujuh BUMN Logistik, Pos Indonesia Sebut Efisiensi Jadi Prioritas

Sebarkan:

Foto, Muhammad Budi Djatmiko (dok pribadi).
(Jakarta), KalbarPos.com– PT Danantara Asset Management (DAM) mulai mengintegrasikan tujuh perusahaan logistik milik negara melalui penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) pada akhir Juni 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan efisien.

Perusahaan yang tergabung dalam integrasi tersebut meliputi Pos Logistics, Pelindo Sinergi Logistik beserta anak usahanya, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varuna Tirta Prakasya (VTP), dan Krakatau Integrated Logistics.

Komisaris Utama PT Pos Indonesia (Persero), Muhammad Budi Djatmiko, mengatakan penggabungan sejumlah entitas logistik BUMN diharapkan mampu memperkuat koordinasi distribusi barang sekaligus mengurangi berbagai inefisiensi yang selama ini muncul akibat pengelolaan yang berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, sinergi antarbadan usaha akan memungkinkan optimalisasi pemanfaatan aset, jaringan distribusi, pergudangan, hingga armada transportasi darat, laut, dan udara dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

"Integrasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem logistik nasional yang lebih efektif, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Budi menambahkan, penguatan sistem logistik tidak hanya dilakukan melalui konsolidasi aset, tetapi juga pengembangan sistem informasi yang terintegrasi agar proses distribusi dapat dipantau secara lebih cepat dan akurat.

Ia menyebut PT Pos Indonesia siap mendukung proses tersebut dengan jaringan operasional yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Saat ini perusahaan memiliki sekitar 5.000 titik layanan, melayani sekitar 2,2 juta pelanggan, dan menangani lebih dari 300 ribu paket setiap hari.

Terkait perubahan kepemimpinan yang terjadi di PT Pos Indonesia, Budi memastikan operasional perusahaan tetap berjalan normal. Menurutnya, pergantian manajemen merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak memengaruhi komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transformasi logistik nasional.

Ia juga menilai konsolidasi BUMN logistik sejalan dengan praktik manajemen rantai pasok modern yang menekankan pentingnya kolaborasi, integrasi antarmoda, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Ke depan, integrasi tersebut diharapkan mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang hingga ke wilayah terpencil, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Selain itu, sinergi antarbadan usaha logistik negara diharapkan dapat mendukung target pemerintah dalam menciptakan sistem logistik nasional yang lebih terhubung, efisien, dan berkelanjutan. 

Penulis Muhammad Budi Djatmiko.

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini