Karolin Perintahkan Investigasi Usai Temuan Ayam Berulat di MBG, Pengawasan Dapur Diperketat

Sebarkan:

Foto, Bupati Karolin Margret Natasa (dok istimewa).
(Kuala Behe ), – Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat menindaklanjuti temuan lauk ayam berulat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 13 Nyanyum. Bupati Landak Karolin Margret Natasa langsung memerintahkan investigasi dan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Langkah itu diambil setelah beredarnya video yang memperlihatkan adanya ulat pada daging ayam goreng yang dibagikan kepada siswa. Temuan tersebut pertama kali diketahui saat pihak sekolah melakukan pemeriksaan terhadap makanan sebelum dikonsumsi para murid.

Karolin menegaskan bahwa keamanan pangan dalam program MBG merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Ia mengapresiasi pihak sekolah yang dinilai sigap melakukan pengawasan dan melaporkan kondisi makanan yang tidak layak konsumsi.

Menurut Karolin, keterlibatan sekolah dalam melakukan kontrol menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga. Ia meminta seluruh sekolah tidak ragu melaporkan jika menemukan permasalahan serupa di lapangan.

Dari hasil evaluasi awal yang dilakukan pemerintah daerah, diketahui dua dapur penyedia makanan yang berkaitan dengan temuan tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, masih terdapat sejumlah dapur penyedia lainnya yang juga belum melengkapi persyaratan sertifikasi.

"Kami menemukan masih ada sembilan dapur yang belum memiliki SLHS. Ini harus segera ditindaklanjuti karena menyangkut kesehatan anak-anak," kata Karolin.

Ia menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan melakukan pendampingan sekaligus pengawasan agar seluruh dapur dapat memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Karolin juga mengingatkan para penyedia makanan untuk menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang diberikan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Landak akan memperketat inspeksi ke dapur-dapur penyedia MBG serta melakukan evaluasi berkala. Penyedia yang tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan aman dikonsumsi. Karena itu pengawasan akan terus kami tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Karolin. 

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini