Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat wilayah Desa Sabaka diguyur hujan yang disertai petir. Sebelum kejadian, korban diketahui pergi untuk memperbaiki saluran air bersih yang digunakan masyarakat setempat.
Menurut keterangan keluarga, usai menyelesaikan pekerjaannya, korban diduga sempat berada di sekitar pohon durian yang tidak jauh dari lokasi perbaikan saluran air. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Merasa khawatir, keluarga kemudian meminta anak bungsu korban untuk menyusul dan memastikan keberadaannya. Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah pohon durian dan tidak sadarkan diri.
Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan dibawa pulang ke rumah. Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh bidan setempat menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, yakni bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh di bagian belakang pinggang.
Kapolsek Mempawah Hulu mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana.
"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi," ujarnya.
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan pada Jumat (19/6/2026).
Atas kejadian tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca buruk. Warga diimbau menghindari aktivitas di tempat terbuka serta tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai petir guna menghindari risiko sambaran petir. (Rilis).
Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).
