RSUD Landak Layani Cuci Darah BPJS, Akses Pengobatan Pasien Kini Lebih Dekat

Sebarkan:

Foto, pelayanan cuci darah di RSUD Landak,(dok istimewa).
(Ngabang ), KalbarPos.com— RSUD Landak mulai melayani pasien hemodialisa (cuci darah) peserta BPJS Kesehatan sejak pekan ini. Layanan tersebut diharapkan mempermudah akses pengobatan bagi puluhan pasien gagal ginjal di Kabupaten Landak yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.

Direktur RSUD Landak, dr Albertus Geovani, mengatakan operasional layanan cuci darah telah berjalan setelah seluruh tahapan perizinan dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan diselesaikan. Izin dari Kementerian Kesehatan sendiri telah terbit sekitar satu bulan lalu.

“Untuk layanan cuci darah BPJS di RSUD Landak sudah mulai berjalan minggu ini. Sebelumnya kami sudah melengkapi semua persyaratan, baik tenaga medis, peralatan, maupun sarana pendukung,” ujarnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Landak, terdapat sekitar 49 pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi rutin. Sebelum layanan ini tersedia, sebagian besar pasien harus menjalani pengobatan ke Pontianak atau Sanggau.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Dialisis RSUD Landak, dr Rusdianto, Sp.PD, menjelaskan kehadiran layanan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasien terhadap fasilitas kesehatan di luar daerah.

“Dengan adanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi selalu dirujuk keluar daerah. Untuk sementara, kami melayani dua kali dalam seminggu,” katanya.

Namun, kapasitas layanan saat ini masih terbatas. RSUD Landak baru memiliki empat unit mesin hemodialisa, yang mampu melayani sekitar 12 pasien dalam satu minggu untuk satu shift.

“Memang belum sebanding dengan jumlah pasien yang ada. Ke depan, kami akan berupaya menambah alat dan tenaga agar layanan bisa menjangkau lebih banyak pasien,” kata Albertus.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran unit hemodialisa merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Ia juga mengingatkan agar koordinasi antarinstansi, khususnya terkait perizinan dan kerja sama layanan, dapat berjalan lebih baik ke depan.

“Rumah sakit daerah harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu pasien, Markus (52), mengaku terbantu dengan hadirnya layanan tersebut. Selama enam tahun terakhir, ia harus rutin bepergian ke luar daerah untuk menjalani cuci darah.

“Kami sangat bersyukur sekarang layanan sudah ada di RSUD Landak. Tidak perlu lagi bolak-balik jauh seperti dulu,” katanya.

Hal serupa disampaikan pasien lainnya, Kornelis (37), yang juga telah menjalani terapi selama bertahun-tahun di luar daerah. Ia berharap kapasitas layanan di RSUD Landak dapat terus ditingkatkan.

Dengan mulai beroperasinya layanan hemodialisa untuk peserta BPJS Kesehatan di RSUD Landak, pemerintah daerah berharap kebutuhan pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi pasien penyakit kronis, dapat semakin terpenuhi di wilayah sendiri.

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (byline Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini