(Jelimpo), KalbarPos.com– Kapolda Kalimantan Barat Pipit Rismanto memimpin kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 di lahan demplot II Polres Landak yang berada di Labos, Dusun Limau, Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Sabtu (7/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak yang dilaksanakan secara nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan komoditas jagung di daerah.
Penanaman jagung di Kabupaten Landak turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat dan Forkopimda Kabupaten Landak, termasuk Bupati Landak Karolin Margret Natasa serta Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari.
Kapolda Kalbar Pipit Rismanto mengatakan, lahan yang saat ini telah dibuka untuk penanaman jagung mencapai sekitar 120 hektare. Namun, pengembangannya masih akan dilakukan secara bertahap karena sejumlah kendala di lapangan.
“Penanaman jagung serentak kuartal pertama tahun 2026 ini kita pusatkan di Kabupaten Landak. Saat ini lahan yang sudah dibuka sekitar 120 hektare,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah akses menuju lokasi lahan pertanian. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi faktor penting untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Menurut Pipit, Kabupaten Landak memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kalimantan Barat. Hal itu juga didukung dengan rencana investasi dari sektor swasta serta kesiapan Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi petani.
Selain itu, rencana pembangunan investasi peternakan ayam di wilayah tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan.
“Dengan adanya investasi tersebut tentu akan sangat mendukung pengembangan jagung. Harapannya bukan hanya 120 hektare, tetapi bisa terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Landak siap mendukung program Polri dalam upaya mewujudkan swasembada jagung.
Ia menyebut wilayah tersebut masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan komoditas jagung.
“Di lokasi ini saja potensi lahannya masih sekitar 1.000 hektare. Harapannya seluruh stakeholder dapat bekerja bersama untuk menyediakan jagung sehingga kita memiliki kemandirian pangan,” ujar Karolin.
Menurutnya, pengembangan jagung di Landak juga akan menjadi bagian dari rantai pasok untuk mendukung program hilirisasi peternakan ayam yang direncanakan berada di kawasan industri Mandor.
Kegiatan penanaman jagung tersebut juga dihadiri Asisten II Setda Kalbar Heronimus Hero yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, Perum Bulog Kalbar, Ketua DPRD Landak, serta Ketua Pengadilan Negeri Ngabang.(Rilis).
Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).
