Sungai Temila Kembali Keruh, Warga Sepatah Tuntut Ketegasan Pemerintah

Sebarkan:

Foto, air Sungai Temila, keruh diduga akibat ulah perusak lingkungan hidup (foto istimewa).
(Aur Sampuk), KalbarPos.con– Kondisi Sungai Temila yang kembali keruh memicu kemarahan warga Dusun Sepatah, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila. Mereka menilai pencemaran yang terjadi bukan sekadar persoalan alam, melainkan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu sungai.

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Sungai Temila selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sumber penghasilan melalui budidaya ikan keramba. Air yang berubah keruh dinilai mengancam kelangsungan usaha tersebut, bahkan berpotensi menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

Aji Saputra, salah satu warga, mengaku kecewa karena kejadian ini terus berulang. Menurutnya, masyarakat kecil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan ketika lingkungan rusak. “Kami hanya ingin sungai tetap bersih. Ini sumber penghidupan kami. Kalau terus begini, bagaimana nasib keluarga kami?” ujarnya dengan nada kesal, Kamis (26/2/2026).

Warga menduga kuat aktivitas PETI menjadi penyebab utama kekeruhan air. Selain merusak ekosistem sungai, kegiatan ilegal tersebut juga dikhawatirkan membawa dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Endapan lumpur dan limbah tambang yang terbawa arus dinilai mencemari perairan dan merusak habitat ikan alami.

Atas kondisi ini, masyarakat mendesak pemerintah desa hingga pemerintah daerah untuk bertindak tegas. Mereka meminta aparat terkait, termasuk unsur Muspika dan pemerintah daerah di Kabupaten Landak, agar tidak sekadar memberikan peringatan, tetapi benar-benar melakukan penertiban menyeluruh terhadap aktivitas tambang ilegal di hulu sungai.

Warga juga menilai perlunya kebijakan konkret dan berkelanjutan, bukan hanya respons sesaat ketika persoalan mencuat ke publik. Pengawasan rutin, patroli terpadu, serta penegakan hukum yang transparan dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada para pelaku perusakan lingkungan.

Lebih dari itu, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Tanpa pendekatan yang menyeluruh, persoalan serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan masyarakat luas.

Sungai bukan hanya bentang alam, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Warga Dusun Sepatah berharap ada langkah nyata dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Ketegasan hari ini akan menentukan kelestarian Sungai Temila dan masa depan generasi yang akan datang.

Penulis: Ya’ Syahdan.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini