Tujuh Hari Dicari, Asan Belum Ditemukan di Kebun Entikong

Sebarkan:

Foto, masuki satu minggu , Tim Sar tidak berhasil menemukan orang di duga hilang di Dusum Punti Tapau, Desa Neken, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar (dok istimewa).
(Entikong ), KalbarPos.com– Upaya pencarian terhadap Asan (91), warga yang dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun di Dusun Punti Tapau, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, akhirnya dihentikan.


Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari, namun hingga Senin (31/8) sore belum menemukan keberadaan maupun petunjuk yang mengarah kepada korban.

Kepala Kantor SAR Pontianak I Made Junetra mengatakan, pada hari ketujuh pencarian, tim masih melakukan koordinasi dan pemantauan di sejumlah dusun yang berada di sekitar lokasi kejadian (LKK).

“Pada hari ketujuh, Tim SAR Gabungan tetap melaksanakan koordinasi dan pemantauan di dusun-dusun sekitar LKK, termasuk Dusun Punti Tapau dan Dusun Punti Meraga,” kata I Made Junetra, Senin.

Menurutnya, hingga pukul 16.00 WIB, tim melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi SAR yang telah berlangsung selama tujuh hari.

Hasil evaluasi menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda maupun informasi baru yang dapat mengarah pada keberadaan Asan. Dengan kondisi tersebut, operasi pencarian kemudian dihentikan dan korban dinyatakan belum ditemukan.

“Jika tidak ditemukan tanda-tanda maupun informasi yang mengarah pada keberadaan korban, maka operasi SAR dihentikan dengan hasil korban dinyatakan tidak ditemukan,” ujarnya.

Penutupan operasi SAR diusulkan oleh Search Mission Coordinator (SMC) pada pukul 16.15 WIB. Setelah itu, seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Asan sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun. Pencarian dilakukan selama tujuh hari dengan melibatkan Tim SAR Gabungan dan unsur terkait di sekitar lokasi kejadian.

Meski operasi resmi dihentikan, pencarian masih dapat kembali dilakukan apabila nantinya ditemukan informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan Asan.

“Jika di kemudian hari ada tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali,” kata Junetra. (rilis).

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini