Pemkab Landak, Jajaran dan Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama, Mohon Terhindar dari Kabut Asap

Sebarkan:

Foto, Pemkab Landak, jajaran dan tokoh lintas agama gelar doa bersama agar terhindar dari bahaya kabut asap (dok istimewa).
(Ngabang), KalbarPos.com – Pemerintah Kabupaten Landak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh lintas agama menggelar doa bersama untuk memohon keselamatan serta terhindar dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Doa bersama digelar di Aula Bupati Landak, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, M.H., Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., Sekda Landak Heri Adiwijaya, S.E., Kajari Landak Asep Sunarsa, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Landak Albon Damanik, S.H., M.H., serta jajaran TNI.

Turut hadir Dandim 1210/Ngabang Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., perwakilan Danyon Armed 16/TK Lettu Bahtera Yudha Saragih, jajaran pimpinan dan staf organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Landak, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Landak.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat akibat karhutla.

“Pada hari ini kami bersama jajaran Forkopimda melaksanakan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Tuhan agar segera turun hujan dan bencana kabut asap ini segera berlalu,” ujar Karolin.

Karolin mengungkapkan, kondisi kabut asap di Kabupaten Landak saat ini semakin tebal. Berdasarkan data yang disampaikan, pada 31 Agustus 2026 tercatat sebanyak 88 titik panas atau hotspot.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara dan jarak pandang di wilayah Landak semakin memburuk. Kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.

Karolin meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka lahan maupun membakar sampah.

“Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk menghimbau sanak saudara dan warga sekitar untuk tidak membakar, baik itu lahan maupun sampah,” tegasnya.

Ia menyebut, pembakaran sampah di sejumlah lokasi menjadi salah satu pemicu munculnya kebakaran lahan. Terlebih, kondisi cuaca panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar.

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat harus bersama-sama mencegah munculnya titik api.

“Doa bersama ini menjadi ikhtiar spiritual kita di tengah kondisi kabut asap yang berdampak kepada masyarakat. Namun, ikhtiar tersebut harus berjalan bersama dengan langkah nyata di lapangan dalam mencegah dan menangani karhutla,” ujar Devi.

Devi mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.

Di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk, Pemkab Landak telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya meliburkan kegiatan sekolah dan menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla di Kabupaten Landak.

Melalui doa bersama lintas agama tersebut, Pemkab Landak berharap hujan segera turun dan kondisi kabut asap dapat berangsur membaik. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani karhutla di Kabupaten Landak. 

(Rilis Subsi Penmas Polres Landak).

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini