Demi Masa Depan Anak Landak, Karolin Siapkan Skema Dana Abadi Pendidikan

Sebarkan:

Foto, Bupati Karolin membaur bersama anak-anak dan ibu
(Ngabang), KalbarPos.com– Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus didorong Pemerintah Kabupaten Landak. Salah satu langkah yang tengah disiapkan Bupati Landak Karolin Margret Natasa adalah pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Dana Abadi Pendidikan sebagai upaya membangun sistem pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak hanya bergantung pada anggaran tahunan, tetapi juga memiliki sumber pendanaan jangka panjang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Gagasan tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-10 Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya dan ulang tahun pertama Mangkok Merah Borneo Bersatu. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas, seiring dengan upaya melestarikan adat dan budaya daerah.

Karolin menilai pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi persaingan, menguasai teknologi, serta mengembangkan potensi sumber daya alam dan ekonomi daerah.

“Dengan ilmu pengetahuan kita bisa menguasai daerah kita, bisa menguasai teknologi, bisa menguasai sumber daya alam, bisa menguasai berbagai hal secara ekonomi, secara politik, dan secara budaya. Modal kita haruslah tuntut ilmu setinggi-tingginya,” ujar Karolin.

Ia menjelaskan, Dana Abadi Pendidikan dirancang dengan konsep mempertahankan dana pokok, sedangkan hasil pengembangannya dapat digunakan untuk mendukung pembiayaan pendidikan. Dengan demikian, dana yang terkumpul diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Jadi kita mau taruh uang dan tidak boleh diganggu gugat khusus untuk pendidikan. Nanti yang diputar adalah bunga dari uang itu,” katanya.

Menurut Karolin, keberhasilan skema tersebut memerlukan konsistensi pemerintah daerah dalam menambah dana secara bertahap. Komitmen itu dinilai penting agar dana abadi dapat tumbuh dan menjadi sumber dukungan pendidikan yang semakin kuat dari waktu ke waktu.

“Bupati tahun depan tambah lagi, tambah lagi, simpan uangnya. Kita makan dari bunga. Jangan makan pokoknya,” ungkapnya.

Rencana tersebut menjadi salah satu upaya menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Landak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2025 yang dirujuk dalam bahan pemberitaan ini menunjukkan rata-rata lama sekolah di Landak mencapai 7,76 tahun.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Landak periode 2023–2024, tercatat sedikitnya 109 murid SD dan SMP mengalami putus sekolah. Faktor ekonomi keluarga disebut menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.

Kondisi ini menjadi perhatian karena akses terhadap pendidikan yang memadai merupakan bagian penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Dana Abadi Pendidikan diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung program beasiswa maupun bantuan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pemanfaatan hasil pengelolaan dana nantinya akan bergantung pada ketentuan yang dirumuskan dalam regulasi serta mekanisme pengelolaan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Karolin mengakui, manfaat kebijakan tersebut mungkin tidak dapat dirasakan secara langsung dalam masa kepemimpinannya. Namun, ia berharap inisiatif ini menjadi warisan kebijakan yang terus dijaga dan dikembangkan oleh pemimpin Kabupaten Landak berikutnya.

“Mungkin ini tidak akan bisa dinikmati oleh saya sebagai bupati pada saat ini, harapannya siapapun bupati ke depan memiliki kepedulian terhadap pendidikan di Kabupaten Landak,” tutupnya. (*).

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini