Foto, Bupati Kabupaten Landak, dr. Karolin Margret Natasa, M.H (dok istimewa).
(Ngabang), KalbarPos.com– Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Landak membuat Pemerintah Kabupaten Landak mengambil langkah pencegahan terhadap dampak kesehatan.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melaksanakan apel pagi di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Sebagai gantinya, kegiatan apel pagi dilakukan dalam bentuk doa bersama di dalam ruangan kantor masing-masing.
Instruksi tersebut disampaikan Karolin di Ngabang, Kamis (24/9/2026). Ia mengatakan, kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang semakin terdampak asap karhutla.
"Kesehatan aparatur sipil negara dan seluruh masyarakat Landak adalah prioritas utama. Mengingat kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap, saya menginstruksikan seluruh instansi untuk meniadakan apel pagi di luar ruangan dan menggantinya dengan doa bersama di dalam ruangan," ujar Karolin.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Landak langsung menindaklanjuti instruksi tersebut. Doa bersama dilaksanakan pada Kamis pagi, di antaranya di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Landak.
Karolin mengatakan, doa bersama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi bencana karhutla. Selain memohon keselamatan, doa juga ditujukan agar hujan segera turun sehingga kebakaran dan kabut asap dapat berakhir.
"Selain mengganggu pernapasan, kabut asap ini juga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita tidak hanya mengandalkan usaha fisik seperti pemadaman, tetapi juga upaya spiritual memohon hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Di sisi lain, Pemkab Landak juga meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul adanya peningkatan kasus ISPA yang dikaitkan dengan kondisi kabut asap.
Dinas Kesehatan dan puskesmas disiagakan selama 24 jam. Pemkab Landak juga menyiapkan posko kesehatan dan suplai oksigen sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Dinkes dan Puskesmas juga kami siagakan 24 jam dengan mendirikan Posko Kesehatan dan menyiapkan suplai oksigen karena kasus ISPA yang mulai meningkat. Maka dari itu, ASN harus mematuhi protokol kesehatan dan menjadi contoh dengan membatasi kegiatan di luar gedung," tegas Karolin.
Karolin mengingatkan ASN dan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Landak.
Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga hujan turun dan kabut asap akibat karhutla dapat segera teratasi.
"Mari kita tetap semangat, saling menjaga kesehatan, dan terus berdoa agar kabut asap segera hilang sehingga langit Landak kembali biru," pungkasnya. (*)
Diterbitkan oleh KalbarPos.com (Ya' Syahdan).
