Karolin Ingatkan Orang Tua Waspadai Pengaruh Media Sosial terhadap Anak

Sebarkan:

Foto, Bupati Karolin memberikan kata sambutan dalam acara halal bihalal Darwa Wanita Persatuan (DPW), Kabupaten Landak ( dok istimewa).
(Ngabang), KalbarPos.com— Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh media sosial yang dinilai berpotensi berdampak negatif bagi anak dan keharmonisan keluarga.


Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan halal bihalal, perayaan Paskah, Hari Kartini, serta sosialisasi gizi keluarga yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis (16/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Karolin menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian anak, termasuk dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Ia menilai, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keluarga. Menurutnya, berbagai pengaruh negatif seperti perundungan, premanisme, hingga paham radikal kini banyak tersebar melalui media sosial.

Karolin menyebut peran ibu sangat penting dalam mendampingi anak agar tidak mudah terpapar konten negatif. Selain itu, ia juga mengingatkan agar orang tua memberikan contoh yang baik dalam penggunaan media sosial di rumah.

Ia turut menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan persoalan pribadi. Menurutnya, hal tersebut tidak selalu memberikan solusi karena empati yang muncul di dunia maya belum tentu nyata.

Selain itu, Karolin menekankan pentingnya perhatian terhadap gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak. Ia meminta DWP untuk terus memberikan edukasi kepada anggotanya terkait pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.

Menurutnya, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, sehingga asupan gizi harus diperhatikan sejak masa kandungan.

Di akhir kegiatan, Karolin juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghasilan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak. Ia mengakui kebijakan tersebut tidak mudah, namun harus dilakukan di tengah pemotongan anggaran tahun 2026.

Ia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga kesejahteraan ASN dapat kembali stabil.

Diterbitkan oleh KalbarPos com (byline Ya' Syahdan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini