Belanda Tegaskan Dukungan Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sebarkan:

(Rabat), KalbarPos.com— Pemerintah Belanda menegaskan dukungan penuh terhadap rencana otonomi wilayah Sahara di bawah kedaulatan Maroko sebagai langkah realistis untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, usai menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, di Rabat, Selasa (7/4). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan resmi yang berlangsung hingga 8 April 2026.

Dalam keterangan bersama, Belanda menyebut proposal otonomi yang diajukan Maroko sebagai solusi paling layak dan kredibel. Pemerintah Belanda juga menyatakan akan menyesuaikan arah kebijakan luar negeri dan kerja sama ekonominya sejalan dengan posisi tersebut, termasuk dalam forum internasional.

Belanda turut menyatakan dukungan terhadap upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mencari solusi politik yang adil dan berkelanjutan. Dukungan itu mencakup pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 serta peran Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB, Staffan de Mistura, dalam memediasi proses negosiasi.

Di Indonesia, dukungan Belanda tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke. Ia menilai langkah Belanda mencerminkan semakin luasnya pengakuan internasional terhadap pendekatan yang diusung Maroko.

“Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa solusi otonomi merupakan jalan terbaik untuk mencapai perdamaian jangka panjang di Sahara,” ujar Wilson dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/4).

Sebelumnya, sejumlah negara seperti Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat telah lebih dahulu menyatakan dukungan serupa. Dengan bertambahnya dukungan dari Belanda, posisi Maroko dinilai semakin menguat dalam upaya penyelesaian konflik di bawah kerangka PBB.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses diplomasi internasional sekaligus membuka peluang pembangunan ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat di wilayah Sahara. (PERSISMA/Red).

Diterbitkan oleh KalbarPos.com (byline Ya' Syahdan).


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini